BERITA
  • 22 Juli 2020
  • 0 Komentar
  • 136 Kali Dilihat
TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN, PERPUSNAS GELAR BIMTEK SPP DAN TIK

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melakukan perubahan untuk Perpustakaan,  agar penilaian masyarakat selama ini tentang perpustakaan tidak hanya bergelut tentang buku dan buku saja. Maka dari itu Perpustakaan Nasinoal Republik Indonesia melakukan inovasi baru dengan membuat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.  Transformasi perpustakaan berbasis inklusi social bertujuan untuk penguatan literasi masyarakat dan pemerataan informasi, untuk peningkatan kesejahteraan. Definisi dari Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan Perpustakaan yang dapat memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan untuk berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan Hak Azasi Manusia.  Bahkan karena dipandang Program ini sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat untuk kedepannya Pemerintah Pusat  menjadikan Program tersebut sebagai Prioritas Nasional ke-4 yaitu meningkatkan budaya literasi, inovasi dan kreativitas.

Untuk memperkenalkan dan memperluas pengetahuan masyarakat tentang program baru tersebut Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melakukan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis terkait dengan program tersebut kepada Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten se-Indonesia. Terkait dengan hal tersebut Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pringsewu dapat kesempatan untuk mengikuti Bimtek Tersebut selama tiga hari mulai tanggal 14 Juli s.d 16 Juli 2020 secara Virtual atau Video Conference.  Pada Bimtek ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pringsewu mengikutsertakan Heru Widodo, S.Pd (Kabid Bidang Perpustakaan), Kamilatun Daimah, SIP (Pustakawan), Qori Ahmadi Imandiri, A.Md (Staf Bidang Perencanaan), Ryan Ade Nofrianto, SE (Staf IT), dan Ngadiran (Pustakawan) dan Abdul Rohman (Perpustakaan Pekon Sidoharjo Pringsewu).

Bimtek SPP dan TIK ini bertujuan untuk membangun kapasitas staf Perpustakaan agar dapat melakukan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan membantu menyusun rencana kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dalam situasi kenormalan baru.